https://jurnal.sman1purworejo.sch.id/index.php/tiwikrama/issue/feed TIWIKRAMA 2023-07-31T11:49:02+00:00 Open Journal Systems https://jurnal.sman1purworejo.sch.id/index.php/tiwikrama/article/view/34 EKSISTENSI SENI SRUNTUL DI TENGAH MODERNISASI DAN GLOBALISASI 2023-06-23T08:04:08+00:00 Enny Ratriastuti enny.sosiologi@gmail.com <p><em>Seni Sruntul adalah bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Kesenian ini merupakan kolaborasi antara seni musik, seni tari dan peran yang diciptakan oleh masyarakat setempat sejak masa lampau, serta pelakunya mayoritas berusia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fakta bahwa di Purworejo pernah dan masih hidup sebuah kearifan lokal yang dikemas dalam bentuk drama musikal tradisional. Pengungkapan fakta disampaikan dalam sebuah penelitian kualitatif dengan teknik eksplanasi. Teknik eksplanasi ini dipilih karena pada akhir penelitian penulis akan menyusun sebuah kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (interview) dengan narasumber pelaku Seni Sruntul yang masih aktif. Dari pengumpulan data diperoleh hasil bahwa Seni Sruntul nyaris punah akibat kurangnya sosialisasi, regenerasi,&nbsp; dan revitalisasi untuk menjaga eksistensi kesenian tersebut di tengah gempuran modernisasi dan globalisas</em><em>i.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2023-07-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 TIWIKRAMA https://jurnal.sman1purworejo.sch.id/index.php/tiwikrama/article/view/32 GERAKAN LITERASI SEKOLAH: IMPLEMENTASI LITERASI DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH LITERAT DI SMA NEGERI 1 WONOSOBO 2023-06-23T07:43:48+00:00 Yosephin Maryati yoshimar9f@gmail.com <p><em>Dalam proses perubahan menghadapi globalisasi dan digitalisasi, pendidikan karakter adalah sebuah keniscayaan karena bangsa yang mempunyai karakter yang kuat akan dapat mencapai tampuk peradaban dunia. Namun, dalam penerapannya tidak semudah yang dibayangkan karena harus dihadapkan pada proses perkembangan zaman yang serba digital sehingga masalah dan tantangan yang muncul lebih bersifat universal.</em></p> <p><em>Salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut yakni kemampuan literasi yang harus dimiliki oleh generasi penerus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SMA Negeri 1 Wonosobo yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Kesadaran mengenai literasi pada siswa harus dipaksakan dengan berbagai macam strategi sesuai dengan kondisi sekolah. Bagi siswa sekolah menengah, peran literasi sangatlah penting untuk memberi pengalaman belajar dan dasar mengembangkan kecakapan dirinya yang sekaligus sebagai bekal menghadapi dunia kerja atau perkuliahan kelak. Hal tersebut membuat kepala sekolah berupaya untuk meningkatkan kualitas literasi siswa, dengan mengembangkan budaya literasi melalui program yang mendukung. Kepala sekolah sebagai pemimpin sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan implementasi Gerakan Literasi Sekolah. </em></p> 2023-07-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 TIWIKRAMA https://jurnal.sman1purworejo.sch.id/index.php/tiwikrama/article/view/30 UPAYA PENINGKATAN KECAKAPAN SOSIAL SISWA MELALUI PERMAINAN SEPAK BOLA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 PURWOREJO SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2022/2023 2023-06-22T07:10:33+00:00 Suprayitno Nono greenbeaty493@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran dan meningkatkan kecakapan sosial melalui permainan sepak bola di SMA Negeri 1 Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yang Setiap siklusnya terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui angket dan observasi langsung pada saat tindakan sekolah berlangsung. Analisis deskriptif disajikan bentuk tabel guna memudahkan dalam memahami keadaan data yang disajikan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan kegiatan pembelajaran permainan sepak bola sebagai upaya meningkatkan kecakapan sosial melalui permainan sepak bola di SMA Negeri 1 Purworejo dilaksanakan melalui dua siklus. Pada siklus I, siswa-siswa diberi penjelasan tentang permainan sepakbola, peran pemain, wasit, hakim garis serta peran penonton. Setelah paham, siswa dilibatkan dan mengambil peran dalam permainan sepakbola, tetapi guru belum menjelaskan mengenai kecakapan sosial sehingga kecakapan sosial siswa kurang. Pada siklus II, menggunakan tindakan olahraga sepakbola diawali dengan diskusi tentang kecakapan sosial, termasuk kecakapan sosial dalam bermain sepakbola. Setelah paham, semua siswa dilibatkan dan mengambil peran dalam permainan sepakbola, sehingga kecakapan sosial meningkat. Kedua, peningkatan kecakapan sosial siswa diadakan pembelajaran permainan sepak bola di SMA Negeri 1 Purworejo ditunjukkan dengan semakin banyaknya siswa memperlihatkan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan aturan dalam permainan dan semakin memperlihatkan kerjasama tim dengan baik, toleran terhadap teman, memang belum menguasai teknik dalam sepak bola. Setelah dilakukan tindakan pada siklus 2, diketahui kecakapan sosial siswa meningkat jika dibanding siklus I yaitu: dari 56,59 klasifikasi cukup meningkat menjadi 76,01 dengan klasifikasi baik.</em></p> <p> </p> 2023-07-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 TIWIKRAMA https://jurnal.sman1purworejo.sch.id/index.php/tiwikrama/article/view/36 PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PRAKTIK DEBAT BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) PADA PESERTA DIDIK KELAS X AK-2 SMKN 7 PURWOREJO 2023-06-23T08:20:55+00:00 Riyani Riyani yanimarmin@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktik debat&nbsp; peserta didik secara kelas X AK-2 SMKN 7 Purworejo melalui model Problem Based Learning (PBL). Dari kenyataan berbahasa, seseorang lebih banyak berbicara dan mendengarkan, dan selebihnya barulah untuk menulis dan membaca. Dengan keterampilan debat yang dikuasai akan melatih mental peserta didik dalam berbicara, dalam menyikapi sebuah masalah, dalam mengemukakan pendapat/argumen dan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. </em></p> <p><em>Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara semi terstruktur. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini tes dan nontes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif.</em></p> <p><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan motivasi dan hasil belajar praktik debat peserta didik. Penggunaan model PBL pada pembelajaran praktik debat dapat meningkatkan hasil belajar praktik debat pada kelas X-AK-2 tahun pelajaran 2021/2022. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar pada siklus 1 sebesar 69% menjadi 100% pada siklus 2. Pada siklus 2 terjadi peningkatan motivasi dan sikap yang hasilnya menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaranpun peserta didik menjadi lebih aktif, antusias, disiplin, jujur dan mampu bekerja sama dan bertanggung jawab.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2023-07-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 TIWIKRAMA https://jurnal.sman1purworejo.sch.id/index.php/tiwikrama/article/view/33 PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PROGRAM SATU MINGGU SATU BUKU 2023-06-23T07:58:45+00:00 giyato giyato giyatocokrowijoyo@gmail.com <p><em>Penyebab utama rendahnya kompetensi guru adalah karena rendahnya minat baca guru. Guru harus gemar membaca untuk meningkatkan kompetensinya agar tujuan pendidikan dapat tercapai sebab guru kunci utama keberhasilan pendidikan. Praktik baik berupa program Satu Minggu Satu Buku di SMA Negeri 1 Karanganyar mampu meningkatkan kegemaran membaca dan meningkatkan kompetensi guru. Satu guru cukup membeli satu buku dan bisa membaca buku baru sebanyak jumlah guru dalam satu sekolah karena guru saling bertukar buku. Hasil pelaksanaan program Satu Guru Satu Buku ini yaitu meningkatnya frekeuensi guru dalam membaca, meningkatnya budaya menulis pada guru dan meningkatnya kompetensi guru.</em></p> 2023-07-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 TIWIKRAMA https://jurnal.sman1purworejo.sch.id/index.php/tiwikrama/article/view/31 ALTERNATIF PENGEMBANGAN ASESMEN DENGAN TAKSONOMI THE STRUCTURE OF OBSERVED LEARNING OUTCOME (SOLO) UNTUK KOMPETENSI LITERASI SASTRA SMA 2023-06-22T08:47:54+00:00 Partinem Partinem partinemmartosuwito@gmail.com <p><em>Kejelasan indikator hasil belajar literasi &nbsp;sastra sangat berguna dalam perumusan dan penentuan jenis asesmen untuk mengukur kadar pencapaian tujuan pembelajaran. Taksonomi SOLO (The Structure of Observed Learning Outcome) yang merupakan pengklasifikasian&nbsp; berdasarkan pada kualitas respons siswa dalam menjawab suatu permasalahan sangat tepat diterapkan dalam penyusunan perangkat asesmen untuk mengukur capaian tujuan pembelajaran sastra di SMA. Oleh karena itu, untuk memperbaiki pembelajaran literasi &nbsp;sastra khususnya melalui kegiatan refleksi diperlukan sejumlah informasi dan hasil kegiatan asesmen yang dilakukan secara sistematis dan profesional oleh guru. Alternatif pengembangan asesmen berdasarkan taksonomi SOLO ini berbeda dengan taksonomi Bloom yang sudah biasa digunakan selama&nbsp; ini. Dalam taksonomi SOLO terdapat pemeringkatan pertanyaan yaitu pertanyaan unistruktural, multistruktural, relasional, dan abstrak yang diperluas.</em></p> 2023-07-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 TIWIKRAMA